Kegiatan


FKPT Kalsel: Radikalisasi Tidak Terjadi Sesaat, Perlu Pencegahan Berkelanjutan

Banjarbaru, FKPT Center - Proses radikalisasi hingga menjadikan seseorang menjadi pelaku aksi terorisme dinilai tidak terjadi sesaat dan dalam waktu yang singkat. Untuk mengatasinya diperlukan langkah pencegahan terus-menerus dan berkelanjutan.

Pesan itu mengemuka di kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Kamis (1/8/2019). Ketua Bidang Agama, Pendidikan, dan Dakwah FKPT Kalimantan Selatan, H. Ridhahani Fidzi menyampaikan hal tersebut dalam sambutan mewakili Ketua FKPT.

"Faham ini tidak datang mendadak, tetapi disemai terlebih dahulu oleh para oknumnya. Yang pertama melalui pendekatan media informasi dan kedua melalui pendekatan agama," ungkap Ridhahani.

Di era kemajuan teknologi saat ini, lanjut Ridhahani, penyebarluasan paham radikal terorisme telah turut serta memanfaatkannya. Konten-konten berisikan paham radikal banyak ditemukan di media sosial. "Termasuk di Youtube, banyak sekali konten berisikan ajakan berlaku radikal," tambahnya.

Oleh karena ini FKPT Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi terlaksananya Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat yang diinisiasi oleh BNPT, yang di antaranya diisi dengan lomba video pendek.

"Kegiatan-kegiatan positif bagi generasi muda seperti lomba video pendek dan diskusi film ini diharapkan mampu menjadi langkah kreatif dalam pencegahan terorisme," kata Ridhahani.

Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Letnan Kolonel (Laut) Setyo Pranowo, di kesempatan yang sama meminta pelajar SMA dan sederajat di Banjarbaru untuk tidak mencoba-coba mempelajari paham radikal terorisme.

"Selamatkan keluarga kalian, selamatkan bangsa dan negara kalian. Jadilah manusia beragama yang baik dan menjunjung tinggi toleransi," ujar Setyo.

Setyo mengingatkan, BNPT sangat berharap keterlibatan masyarakat, termasuk generasi muda dalam pencegahan terorisme. BNPT bersama Polri dan TNI saja disebutnya tidak akan mampu mengatasi permasalahan terorisme. "Jangan melihat usia kalian masih muda. Kalian adalah aset berharga yang bisa menjadi kunci sukses pencegahan terorisme," katanya menyemangati