Kegiatan


Negara ASEAN Didorong untuk Kembangkan RAN dalam Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan

ASEAN-U.S. Workshop on Developing National Action Plans on CVE yang digelar di Hotel Shangrila, Surabaya pada Senin-Selasa (5-6/8/2019) ini digelar sebagai upaya untuk mendorong negara-negara ASEAN dalam menyusun Rencana Aksi Nasional mengenai penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme (violent extremism).

“Penyelenggaraan workshop ini sejalan dengan ASEAN Plan of Action to Prevent and Counter The Rise of Radicalisation and Violent Extremism (ASEAN PoA PCRVE) 2018-2025, yang merekomendasikan negara-negara ASEAN dengan merujuk pada ASEAN Plan of Action untuk mengembangkan rencana aksi nasional masing-masing negara ASEAN. Implementasi ASEAN PoA PCRVE ini nantinya akan dituangkan dalam Bali Work Plan yang saat ini sedang dirancang,” ujar Deputi III bidang Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Andhika Chrisnayudhanto, S.IP, SH, MA di sela-sela acara, Senin (5/8/2019).

Lebih lanjiut Deputi III BNPT menjelaskan bahwa Workshop tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk saling bertukar pengalaman dan good practices melalui berbagai pendekatan di tingkat global, regional dan nasional terkait upaya-upaya dalam mencegah dan melawan radikalisasi serta ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

“Sehingga hal-hal yang perlu ditekankan dalam pertemuan ini yaitu pentingnya memperkuat kerja sama anatara pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam upaya penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, serta perlunya meningkatkan upaya-upaya rehabilitasi dan reintegrasi terhadap orang-orang yang terlibat ekstremisme berbasis kekerasan,” ujar pria yang juga masih menjabat sebagai Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT ini.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya pertemuan tersebut sebagai upaya untuk mendukung upaya BNPT dalam menyusun Rencana Aksi Nasional Penganggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

“Tidak hanya itu dengan aanya pertemuan ini kami rasa juga sangat pentingnuntuk meningkatkan keterlibatan para kaum perempuan dan generasi muda dalam upaya penganggulangan ekstremisme berbasis kekerasan,” ujar Emil Elestianto Dardak saat menyampaikan sambutan pembukaaanya

Sementara itu dalam kesempatan tersebut Pemerintah Amerika Serikat dalam pernyataaanya yang disampaikan U.S. Department of State Deputy Coordinator for Countering Violent Extremism, Christopher Harnisch menggaris bawahi bahwa hal-hal utama yang dilakukan selama ini bahwa Pemerintah Amerika Serikat saat ini telah menggunakan strategi baru dengan melibatkan CSO, swasta dan sektor industri teknologi dalam penanggulangan terorisme;.

“Selain itu kami juga membangun ketahanan masyarakat dengan mengembangkan kerja sama antara pemerintah lokal dengan aparat keaman dalam upaya CVE tersebut dan kami (Pemerintah Amerika) juga mengembangkan dan menerapkan sistem komunikasi yang tepat pada situasi krisis,” ujar Christopher Harnisch.
.
Seperti diketahui, acara ASEAN-U.S. Workshop Developing National Action Plans on CVE ini dihadiri oleh sembilan Negara Anggota ASEAN dan sembilan ASEAN Sectoral Bodies/Organs/Entities.