Kegiatan


Cegah Radikalisme, BNPT dan FKPT Rangkul Aparatur Kelurahan dan Desa

Mengambil tema Saring Sebelum Sharing, kegiatan digelar di Hotel Rattan In Banjarmasin, Kamis (24/10).

“BNPT sebagai lembaga Negara, ujung tombak untuk menangkal radikalisme. Ini sekarang sudah menjadi masalah nasional,” ungkap Deputi 1 BNPT BPK Mayjend TNI, Henry Paruhuman Lubis kepada awak media di sela kegiatan.

Dalam menangkal radikalisme, ada lima bidang cakupan. Pertama, bidang agama sosial dan budaya. Ke dua, bidang pemuda dan pendidikan. Ke tiga, bidang perempuan dan anak. Ke empat, bidang media massa, hukum dan humas. Dan terakhir, bidang pengkajian dan penelitian.

“Salah satunya yang sedang kita laksanakan ini. BNPT setiap minggu mengadakan 5 kegiatan di 5 provinsi yang mencakup 5 bidang tadi,” sebut dia.

Program ini telah berjalan sejak Februari hingga November mendatang. Selanjutnya, akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk merencanakan program berikutnya dengan tujuan yang sama yaitu pencegahan radikalisme.

“Ada tiga hal pokok yang selalu dikatakan Presiden Jokowi, ancaman sudah di depan mata yaitu korupsi, narkoba, intoleransi,” katanya

Dipaparkan Henry, dari tiga hal tadi, pembiaran pada sikap intoleransi akan menumbuhkan radikalisme. Yang kemudian bisa berkembang menjadi terorisme.

“Kami mengundang para Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, karena merekalah ujung tombak yang ada di lapangan. Mereka paling tahu pertama kali kalau ada orang-orang asing atau calon teroris,” imbuhnya.